dari Indrianti
Seorang remaja pria bertanya pada ibunya: Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati...
Sang Ibu tersenyum dan menjawab... Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya....
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.....
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa ...
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah... Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan...
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu...
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya...
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan...
Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca...
....setelah itu, ia kembali bertanya...
" Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?"
Sang Ibu memberinya buku dan berkata.... "Pelajari tentang dia..." ia pun mengambil buku itu
"MUHAMMAD", judul buku yang tertulis di buku itu
Subhanallah,.. begitu mulianya akhlak beliau, mampukah kita para ikhwan meneladani beliau,..
tentu jawabnya ada pada diri kita sendiri,. mari kita teladani Sirah Nabi Kita Muhammad SAW, semoga kita diberikan Syafaat oleh beliau, Amiin
Cari Ilmu Baru
Pembatal Keislaman
Oleh:
Muji J.......
di
10/29/2009 09:58:00 AM
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan kepada seluruh hamba-Nya untuk masuk ke dalam Dinul Islam dan berpegang teguh dengannya, serta mewaspadai segala sesuatu yang akan menyimpangkan mereka dari din yang suci ini. Dia mengutus nabi-Nya, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, dengan amanat da’wah yang suci dan mulia.
Allah juga telah mengingatkan hamba-Nya, bahwa barangsiapa yang mengikuti seruan para Rasul itu, maka dia telah mendapatkan hidayah; dan siapa yang berpaling dari seruannya, maka ia telah tersesat. Di dalam Kitabullah, ia mengingatkan manusia tentang perkara-perkara yang menjadi sebab “riddah” (murtad dari Dinul Islam) dan perkara-perkara yang termasuk kemusyrikan dan kekafiran. Beberapa ulama rahimahullah selanjutnya menyebutkan peringatan-peringatan Allah itu dalam kitab-kitab mereka.
Mereka mengingatkan bahwa sesungguhnya seorang muslim dapat dianggap murtad dari Dinul Islam disebabkan beberapa hal yang bertentangan, sehingga menjadi halal darah dan hartanya. Diantara sekian banyak hal yang membatalkan keislaman seseorang, Syaikh Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah, serta beberapa ulama lainnya menyebutkan sepuluh hal yang paling banyak dilakukan oleh umat Islam. Dengan mengharap keselamatan dan kesejahteraan dari-Nya, kami paparkan dengan ringan sebagai berikut :
1. Mengadakan persekutuan dalam beribadah kepada Allah. Dalam kaitan ini, Allah berfirman :
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa orang yang menyekutukan-Nya dan mengampuni selain dosa syrik bagi siapa yang dikehendaki…”. (An-Nisaa’: 116).
“Sesungguhnya siapa saja yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya adalah neraka. Tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun”. (Al-Maaidah: 72)
Termasuk dalam hal ini, permohonan pertolongan dan permohonan do’a kepada orang mati serta bernadzar dan menyembelih qurban untuk mereka.
2. Menjadikan sesuatu atau seseorang sebagai perantara do’a, permohonan syafaat, serta sikap tawakal mereka kepada Allah.
3. Menolak untuk mengkafirkan orang-orang musyrik, atau menyangsikan kekafiran mereka, bahkan membenarkan madzhab mereka.
4. Berkeyakinan bahwa petunjuk selain yang datang dari Nabi muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam lebih sempurna dan lebih baik. Menganggap suatu hukum atau undang-undang lainnya lebih baik dibandingkan syari’at Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, serta lebih mengutamakan hukum taghut dibandingkan ketetapan Rasulullah Shalalhu ‘Alaihi Wa Sallam.
5. Membenci sesuatu yang datangnya dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, meskipun diamalkannya. Dalam hal ini Allah berfirman :
“Demikian itu karena sesungguhnya mereka benci terhadap apa yang diturunkan Allah, maka Allah menghapuskan (pahala) amal-amal mereka”. (Muhammad: 9).
6. Mengolok-olok sebagian dari Din yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, misalnya tentang pahala atau balasan yang akan diterima. Allah berfirman:
“…Katakanlah, apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta ma’af, karena kamu kafir sesudah beriman…”.(At-Taubah: 65-66).
7. Masalah sihir. Diantara bentuk sihir adalah “Ash Sharf” (pengalihan), yaitu mengubah perasaan seorang laki-laki menjadi benci kepada istrinya. Sedangkan “Al ‘Athaf” adalah sebaliknya, menjadikan orang senang terhadap apa yang sebelumnya dia benci dengan bantuan syaithan.
Orang yang melakukan kegiatan sihir hukumnya kafir. Sebagai dalilnya adalah firman Allah, yang artinya :
“..dan keduanya tidak mengajarkan sihir kepada seseorang pun sebelum mengatakan,’Sesungguhnya kami hanya cobaan bagimu, karena itu janganlah kamu kafir…”.(Al-Baqaroh: 102).
8. Mengutamakan orang kafir serta memberikan pertolongan dan bantuan kepada orang musyrik lebih daripada pertolongan dan bantuan yang diberikan kepada kaum muslimin. Allah berfirman, yang artinya:
“…barangsiapa di antara kamu, mengambil mereka orang-orang musyrik menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim”.(Al-Maaidah: 51).
9. Beranggapan bahwa manusia bisa leluasa kelar dari syari’at Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Dalam kaitan ini Allah berfirman :
“Barangsiapa yang mencari agama selain Dinul Islam, maka dia tidak diterima amal perbuatannya, sedang dia di akhirat nanti termasuk orang-orang yang merugi”.(Ali-‘Imran: 85).
10. Berpaling dari Dinullah, baik karena dia tidak mau mempelajarinya atau karena tidak mau mengamalkannya. Hal ini berdasarkan firman Allah :
“dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-prang yang berdosa”. (As-Sajadah: 22).
Itulah sepuluh naqidhah (pembatal) yang perlu diwaspadai oleh setiap muslim, agar dia tidak terjerumus untuk melakukan salah satu diantara kesepuluh sebab yang dapat mengeluarkannya dari Dinul Islam.
Begitu seseorang meyakini bahwa undang-undang yang dibuat manusia lebih utama dan lebih baik dibandingkan syari’at Islam, maka ia telah kafir. Demikain juga jika ia menganggap bahwa ketentuan-ketentuan Islam sudah tidak relevan lagi untuk diterapkan pada zaman mutakhir ini, atau bahkan beranggapan bahwa aturan Islam adalah penyebab kemunduran dan keterbelakangan umat Islam. Seseorang juga tergolong kafir bila beranggapan bahwa Dinul Islam hanya menyangkut hubungan ritual antara hamba dan rabbnya, tetapi tidak ada kaitannya dengan masalah-masalah duniawi.
Demikian juga jika seseorang memegang bahwa pelaksanaan syari’at Islam, misalnya hukum potong tangan bagi pencuri, hukum rajam bagi pezina muhshon (pezina yang sudah kawin) tidak sesuai dengan peradaban modern, begitu pula halnya dengan seseorang yang beranggapan bahwa seseorang boleh tidak berhukum dengan syari’at Allah dalam hal muamalat (kemasyarakatan), hudud, serta dalam hukum-hukum lainnya. Ia telah terjatuh kepada kekafiran, meskipun ia belum sampai pada keyakinan bahwa hukum yang dianutnya lebih utama dari hukum Islam, karena boleh jadi ia telah menghalalkan apa yang diharamkan Allah, dengan dalih keterpaksaan, seperti berzina (karena beralasan mencari nafkah), minum khamr, riba dan berhukum dengan hukum rekaan manusia.
Marilah kita berlindung kepada Alah dari hal-hal yang menyebabkan kemurkaan-Nya dan dari adzabnya yang pedih. Shalawat dan salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada sebaik-baiknya mahluk-Nya, Muhammad Rasulullah, juga kepada keluarga dan para sahabatnya.
Maraji':
Aqidah Shohihah Vs Aqidah Bathilah, Syaikh Abdul Aziz bin baaz rahimahullah.
Insya Allah bermanfaat…
oleh: Kantata Takwa
Allah juga telah mengingatkan hamba-Nya, bahwa barangsiapa yang mengikuti seruan para Rasul itu, maka dia telah mendapatkan hidayah; dan siapa yang berpaling dari seruannya, maka ia telah tersesat. Di dalam Kitabullah, ia mengingatkan manusia tentang perkara-perkara yang menjadi sebab “riddah” (murtad dari Dinul Islam) dan perkara-perkara yang termasuk kemusyrikan dan kekafiran. Beberapa ulama rahimahullah selanjutnya menyebutkan peringatan-peringatan Allah itu dalam kitab-kitab mereka.
Mereka mengingatkan bahwa sesungguhnya seorang muslim dapat dianggap murtad dari Dinul Islam disebabkan beberapa hal yang bertentangan, sehingga menjadi halal darah dan hartanya. Diantara sekian banyak hal yang membatalkan keislaman seseorang, Syaikh Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah, serta beberapa ulama lainnya menyebutkan sepuluh hal yang paling banyak dilakukan oleh umat Islam. Dengan mengharap keselamatan dan kesejahteraan dari-Nya, kami paparkan dengan ringan sebagai berikut :
1. Mengadakan persekutuan dalam beribadah kepada Allah. Dalam kaitan ini, Allah berfirman :
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa orang yang menyekutukan-Nya dan mengampuni selain dosa syrik bagi siapa yang dikehendaki…”. (An-Nisaa’: 116).
“Sesungguhnya siapa saja yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya adalah neraka. Tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun”. (Al-Maaidah: 72)
Termasuk dalam hal ini, permohonan pertolongan dan permohonan do’a kepada orang mati serta bernadzar dan menyembelih qurban untuk mereka.
2. Menjadikan sesuatu atau seseorang sebagai perantara do’a, permohonan syafaat, serta sikap tawakal mereka kepada Allah.
3. Menolak untuk mengkafirkan orang-orang musyrik, atau menyangsikan kekafiran mereka, bahkan membenarkan madzhab mereka.
4. Berkeyakinan bahwa petunjuk selain yang datang dari Nabi muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam lebih sempurna dan lebih baik. Menganggap suatu hukum atau undang-undang lainnya lebih baik dibandingkan syari’at Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, serta lebih mengutamakan hukum taghut dibandingkan ketetapan Rasulullah Shalalhu ‘Alaihi Wa Sallam.
5. Membenci sesuatu yang datangnya dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, meskipun diamalkannya. Dalam hal ini Allah berfirman :
“Demikian itu karena sesungguhnya mereka benci terhadap apa yang diturunkan Allah, maka Allah menghapuskan (pahala) amal-amal mereka”. (Muhammad: 9).
6. Mengolok-olok sebagian dari Din yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, misalnya tentang pahala atau balasan yang akan diterima. Allah berfirman:
“…Katakanlah, apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta ma’af, karena kamu kafir sesudah beriman…”.(At-Taubah: 65-66).
7. Masalah sihir. Diantara bentuk sihir adalah “Ash Sharf” (pengalihan), yaitu mengubah perasaan seorang laki-laki menjadi benci kepada istrinya. Sedangkan “Al ‘Athaf” adalah sebaliknya, menjadikan orang senang terhadap apa yang sebelumnya dia benci dengan bantuan syaithan.
Orang yang melakukan kegiatan sihir hukumnya kafir. Sebagai dalilnya adalah firman Allah, yang artinya :
“..dan keduanya tidak mengajarkan sihir kepada seseorang pun sebelum mengatakan,’Sesungguhnya kami hanya cobaan bagimu, karena itu janganlah kamu kafir…”.(Al-Baqaroh: 102).
8. Mengutamakan orang kafir serta memberikan pertolongan dan bantuan kepada orang musyrik lebih daripada pertolongan dan bantuan yang diberikan kepada kaum muslimin. Allah berfirman, yang artinya:
“…barangsiapa di antara kamu, mengambil mereka orang-orang musyrik menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim”.(Al-Maaidah: 51).
9. Beranggapan bahwa manusia bisa leluasa kelar dari syari’at Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Dalam kaitan ini Allah berfirman :
“Barangsiapa yang mencari agama selain Dinul Islam, maka dia tidak diterima amal perbuatannya, sedang dia di akhirat nanti termasuk orang-orang yang merugi”.(Ali-‘Imran: 85).
10. Berpaling dari Dinullah, baik karena dia tidak mau mempelajarinya atau karena tidak mau mengamalkannya. Hal ini berdasarkan firman Allah :
“dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-prang yang berdosa”. (As-Sajadah: 22).
Itulah sepuluh naqidhah (pembatal) yang perlu diwaspadai oleh setiap muslim, agar dia tidak terjerumus untuk melakukan salah satu diantara kesepuluh sebab yang dapat mengeluarkannya dari Dinul Islam.
Begitu seseorang meyakini bahwa undang-undang yang dibuat manusia lebih utama dan lebih baik dibandingkan syari’at Islam, maka ia telah kafir. Demikain juga jika ia menganggap bahwa ketentuan-ketentuan Islam sudah tidak relevan lagi untuk diterapkan pada zaman mutakhir ini, atau bahkan beranggapan bahwa aturan Islam adalah penyebab kemunduran dan keterbelakangan umat Islam. Seseorang juga tergolong kafir bila beranggapan bahwa Dinul Islam hanya menyangkut hubungan ritual antara hamba dan rabbnya, tetapi tidak ada kaitannya dengan masalah-masalah duniawi.
Demikian juga jika seseorang memegang bahwa pelaksanaan syari’at Islam, misalnya hukum potong tangan bagi pencuri, hukum rajam bagi pezina muhshon (pezina yang sudah kawin) tidak sesuai dengan peradaban modern, begitu pula halnya dengan seseorang yang beranggapan bahwa seseorang boleh tidak berhukum dengan syari’at Allah dalam hal muamalat (kemasyarakatan), hudud, serta dalam hukum-hukum lainnya. Ia telah terjatuh kepada kekafiran, meskipun ia belum sampai pada keyakinan bahwa hukum yang dianutnya lebih utama dari hukum Islam, karena boleh jadi ia telah menghalalkan apa yang diharamkan Allah, dengan dalih keterpaksaan, seperti berzina (karena beralasan mencari nafkah), minum khamr, riba dan berhukum dengan hukum rekaan manusia.
Marilah kita berlindung kepada Alah dari hal-hal yang menyebabkan kemurkaan-Nya dan dari adzabnya yang pedih. Shalawat dan salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada sebaik-baiknya mahluk-Nya, Muhammad Rasulullah, juga kepada keluarga dan para sahabatnya.
Maraji':
Aqidah Shohihah Vs Aqidah Bathilah, Syaikh Abdul Aziz bin baaz rahimahullah.
Insya Allah bermanfaat…
oleh: Kantata Takwa
Setetes Embun
Oleh:
Muji J.......
di
10/29/2009 09:54:00 AM

Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi sepi tanpa kehadiran wanita. Tanpa mereka, hati, fikiran, perasaan dan hidup lelaki akan terasa hampa walaupun sudah ada segala-galanya. Apalagi yang tidak tersedia di syurga, namun Nabi Adam a.s tetap merindukan Siti Hawa.
Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, istri ataupun putri. Dijadikan dari tulang rusuk yang bengkok untuk di luruskan, tetapi lelaki yang tidak lurus, tidak mungkin mampu untuk muluruskan wanita yang bengkok.
Tak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus. Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah, karena mereka di ciptakan begitu rupa oleh karena itu didiklah mereka dengan panduan dari Nya.
Jangan coba jinakkan mereka dengan harta, nanti mereka semakin liar, jangan hibur mereka dengan kecantikan, nanti mereka semakin menderita.
Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah, Kenalkan mereka kepada Allah, zat yang kekal,di situlah kuncinya.
Akalnya yang setipis rambutnya, tebalkan dengan ilmu. Hatinya yang serapuh kaca, kuatkan dengan iman. Perasaan yang selembut sutera, hiasilah dengan akhlak yang mulia.
Suburkan dan hiasilah mereka dengan ilmu, iman dan akhlak karena dari situ mereka akan mulia disisi Allah. Akan terhibur dan berbahagia mereka, walaupun tidak jadi miss universe, presiden, perdana mentri Negara atau women gladiator.
Bisikkanlah ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan, Itu bukan diskriminasi Allah, tapi sebaliknya disitulah kasih sayang Allah, karena dari rahim wanitalah negarawan, jutawan, ilmuwan, karyawan,preman, lukman, superman dan wan-man yang lain dilahirkan. Tidak akan lahir superman tanpa superwoman.
Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan. Tanpa ilmu iman dan ahklak, mereka bukan saja tidak bisa di luruskan, bahkan mereka pula yang membengkokkan.
Lebih banyak lelaki yang dirusakkan oleh perempuan dari pada perempuan yang di rusakkan oleh lelaki. Sebodoh – bodoh perempuan pun bisa menundukkan sepandai-pandai lelaki.
Itulah akibatnya jika wanita tidak mengenal Allah. Mereka tidak akan tahu diri, apalagi mengenal lelaki. Kini bukan saja banyak boss yang kehilangan sekretarisnya, bahkan anak pun kehilangan Ibu, suami kehilangan Istri, dan orang tua kehilangan Putri. Bila wanita durhaka dunia huru-hara. Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa. Para lelakipun jangan mengharap ketaatan tetapi binalah ke kepemimpinan.
Jangan mengharap istri seperti siti fatimah, kalau pribadi belum seperti sayidina ali.
Mutiara
“Berwasiatlah baiklah kamu terhadap wanita, karena wanita itu terjadi dari tulang rusuk yang bengkok, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang bagian atas, maka kalau kamu paksa meluruskanya dengan kekerasan, pasti ia patah, dan jika kamu biarkan saja tentu ia akan bengkok. Karena itu berwasiatlah baiklah terhadap wanita“
oleh: Ahmad Gara Saragih
Penyakit Lupa dan Pengobatannya
Oleh:
Muji J.......
di
10/29/2009 09:45:00 AM
Faktor-faktor yang menyebabkan lupa:
1. Banyak mengkonsumsi bawang merah.
2. Sering kenyang atau lambung selalu penuh.
3. Banyak mengkonsumsi ketumbar ynag masih hijau.
4. Sering mengkonsumsi apel yang masam.
5. Banyak mengalami kesusahan.
6. Membaca papan-papan nama atau yang lain di tempat pemakaman.
7. Banyak memandang air yang tenang
8. Kencing di air keruh.
9. Banyak mengkonsumsi roti basah hingga dalam tarap kecanduan.
Cara pengobatannya:
1. Lubban Dzakar
Diriwayatkan dari Abdullah bin Ja’far, ia berkata, “Pada suatu ketika, salah seorang sahabat menghadap kepada Imam Ali bin Abi Talib seraya mengadukan penyakit lupa yang dideritanya, maka Imam Ali menyarankan, “Hendaklah kamu meminum Lubban Syajari. Kerena ia dapat memperkuat hati (akal) dan menghilangkan kelpaan.”
Dalam riwayat lain, ia berkata, “Hendaklah kamu mengkonsumsi Lubban Dzakar: Rendamlah Lubban Dzakar pada malam hari, hingga ketika pagi maka ambil dan gunakanlah sebagai minuman sebelum makan. Ramuan ini sangat efektif untuk mengobati kelupaan.”
2. Kismis: AZ-Zuhri berkata, “Barang siapa ingin menghafal hadits, maka hendaklah ia banyak mengkonsumsi kismis.
3. Istirahat yang cukup: Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata, ”Apabila hati telah lelah beraktifitas, maka kebalikanlah ia pada kondisi semula. Hendaklah istirahat ini dalam waktu yang cukup agar otak tidak mongering. Biarkan jiwa beristirahat selama satu ata dua hari dalam seminggu dari kesibukan menghafal hadits. Hendaklah seseorang mengulang-ulang hafalannya agar tidak mudah lupa, sebagaimana pula ia harus meninggalkannya dalam waktu tertentu hingga tidak mudah lupa, kemdian memulainya kembali.”
Artinya, apabila seseorang telah cukup beristirahat dan dalam tempramen yang normal, maka hendaklah ia segera memanfaatkannya untuk membaca dan belajar.
Hal ini sebagaimana yang dikatakan para psikolog dan cendikiawan, “Jangan kamu belajar dan membaca dalam waktu yang lama hingga tidak terjadi kebosanan.”
Hendaklah seseorang beristirahat selama satu atau dua hari dalam seminggu, menyempatkan diri mengunjungi tempat-tempat rekreasi, dan menyendiri menikmati pemandangan yang indah dan menarik.
Bagi yang ingin menghafal, maka hendaklah ia sering megulang apa yang ingin dihafalnya ketika hendak tidur sehingga tidak terjadi kesimpang-siuran antara materi yang satu dengan materi yang lain.
Hendaknya seseorang tidak membaca hadits, tafsir, kimia, dan sejarah dalam waktu yang bersamaan sehingga pengeahuan yang diperolehnya tidak bercampur antara yang satu dengan yang lain. Akan tetapi harus ada jeda antara materi-materi tersebut mainimal setengah jam.
Bahan-bahan yang efektif untuk mengobati kelupaan adalah:
1. Susu kambing: karena susu kambing akan memperkuat sumsum tulang
2. Susu: Tambahkan cinnamon pada susu. Ramuan ini sangat efektif untuk memperbaiki stamina otak dan daya berfikirnya.
3. Daging kambing: dapat memperkuat hafalan bila sering dikonsumsi.
4. Madu putih: Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa ingin menghafal, maka hendaklah ia mengkonsumsi madu.”
5. Pohon Anyelir: apabila direbus hingga mendidih, baik dengan air maupun susu lalu diminum pada pagi dan sore hari, maka sangat efektif untuk memperkuat daya ingatan.
Pohon dammar dan kemenyan: apabila dihirup, maka akan menjernihkan otak dan menyegarkannya.
1. Banyak mengkonsumsi bawang merah.
2. Sering kenyang atau lambung selalu penuh.
3. Banyak mengkonsumsi ketumbar ynag masih hijau.
4. Sering mengkonsumsi apel yang masam.
5. Banyak mengalami kesusahan.
6. Membaca papan-papan nama atau yang lain di tempat pemakaman.
7. Banyak memandang air yang tenang
8. Kencing di air keruh.
9. Banyak mengkonsumsi roti basah hingga dalam tarap kecanduan.
Cara pengobatannya:
1. Lubban Dzakar
Diriwayatkan dari Abdullah bin Ja’far, ia berkata, “Pada suatu ketika, salah seorang sahabat menghadap kepada Imam Ali bin Abi Talib seraya mengadukan penyakit lupa yang dideritanya, maka Imam Ali menyarankan, “Hendaklah kamu meminum Lubban Syajari. Kerena ia dapat memperkuat hati (akal) dan menghilangkan kelpaan.”
Dalam riwayat lain, ia berkata, “Hendaklah kamu mengkonsumsi Lubban Dzakar: Rendamlah Lubban Dzakar pada malam hari, hingga ketika pagi maka ambil dan gunakanlah sebagai minuman sebelum makan. Ramuan ini sangat efektif untuk mengobati kelupaan.”
2. Kismis: AZ-Zuhri berkata, “Barang siapa ingin menghafal hadits, maka hendaklah ia banyak mengkonsumsi kismis.
3. Istirahat yang cukup: Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata, ”Apabila hati telah lelah beraktifitas, maka kebalikanlah ia pada kondisi semula. Hendaklah istirahat ini dalam waktu yang cukup agar otak tidak mongering. Biarkan jiwa beristirahat selama satu ata dua hari dalam seminggu dari kesibukan menghafal hadits. Hendaklah seseorang mengulang-ulang hafalannya agar tidak mudah lupa, sebagaimana pula ia harus meninggalkannya dalam waktu tertentu hingga tidak mudah lupa, kemdian memulainya kembali.”
Artinya, apabila seseorang telah cukup beristirahat dan dalam tempramen yang normal, maka hendaklah ia segera memanfaatkannya untuk membaca dan belajar.
Hal ini sebagaimana yang dikatakan para psikolog dan cendikiawan, “Jangan kamu belajar dan membaca dalam waktu yang lama hingga tidak terjadi kebosanan.”
Hendaklah seseorang beristirahat selama satu atau dua hari dalam seminggu, menyempatkan diri mengunjungi tempat-tempat rekreasi, dan menyendiri menikmati pemandangan yang indah dan menarik.
Bagi yang ingin menghafal, maka hendaklah ia sering megulang apa yang ingin dihafalnya ketika hendak tidur sehingga tidak terjadi kesimpang-siuran antara materi yang satu dengan materi yang lain.
Hendaknya seseorang tidak membaca hadits, tafsir, kimia, dan sejarah dalam waktu yang bersamaan sehingga pengeahuan yang diperolehnya tidak bercampur antara yang satu dengan yang lain. Akan tetapi harus ada jeda antara materi-materi tersebut mainimal setengah jam.
Bahan-bahan yang efektif untuk mengobati kelupaan adalah:
1. Susu kambing: karena susu kambing akan memperkuat sumsum tulang
2. Susu: Tambahkan cinnamon pada susu. Ramuan ini sangat efektif untuk memperbaiki stamina otak dan daya berfikirnya.
3. Daging kambing: dapat memperkuat hafalan bila sering dikonsumsi.
4. Madu putih: Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa ingin menghafal, maka hendaklah ia mengkonsumsi madu.”
5. Pohon Anyelir: apabila direbus hingga mendidih, baik dengan air maupun susu lalu diminum pada pagi dan sore hari, maka sangat efektif untuk memperkuat daya ingatan.
Pohon dammar dan kemenyan: apabila dihirup, maka akan menjernihkan otak dan menyegarkannya.
KEMULIA’AN BERJILBAB
Oleh:
Muji J.......
di
10/05/2009 05:30:00 PM

Rasulullah bersabda” para wanita yang berpakaian tetapi ( pada hakikatnya ) telanjang, lenggak-lenggok, kepala mereka seperti punduk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tidak mencium semerbak harumnya. ( HR. Abu Daud )
Dan rasulullah juga pernah bersabda, “ Tidak pernah diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar ( jilbab). (HR. Ahmad, Abu Daud, Tarmidzi, Ibnu Majah)
Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasanya perempuan yang tidak berjilbab atau berpakain ketat, atau transparan maka ia akan mengalami berbagai penyakit kanker ganas sekujur anggota tubuhnya yang terbuka, apalagi gadis ataupun putri-putri yang mengenakan pakaian ketat. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas yang bahasa ilmiahnya ‘ milanoma’ pada usia dini, dan semakin bertambah dan menyebar sampai dikaki. Dan sebab utama penyakit kanker ganas ini ialah berpakaian ketat yang dikenakan oleh remaja-remaja putri diterik matahari, dalam waktu yang panjang setelah bertahun-tahun, dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikit bermanfaat didalam menjaga kaki mereka dari kanker ganas. Dan sungguh majalah kedokteran inggris tersebut telah melakukan poling tentang penyakit milanoma ini, dan seolah keadaan mereka mirip dengan keadaan orang-orang pendurhaka (orang-orang kafir yang didakwahi oleh rosulullah). Tentang ini allah berfirman
“ Dan ingatlah ketika mereka dikatakan : Ya allah andai hal ini (Al Qur’an) adalah benar disisi-MU maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih”. (QS. Al-anfaal :32)
Dan sesungguhnya telah datang azab yang pedih maupun yang lebih ringan dari hal itu, yaitu kanker ganas, dimana kanker ini seganas –ganasnya kanker dari berbagai kanker, dan penyakit ini merupakan akibat dari sengatan matahari yang mengandung sinar ultraviolet dalam waktu yang panjang sekujur pakain yang ketat, pakaian pantai (yang biasa dipakai orang-orang kafir ketika dipantai dan berjemur disana) yang mereka kenakan.
“Hai nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin : hendaknya mereka mengulurkan jilbabnya tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih muda untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang”. (QS. Al-Ahzab:59)
Islam adalah Din yang sangat memuliakan kedudukan wanita, untuk menjaga kemulian itu maka islam mengatur bagaimana sebaiknya seorang wanita muslimin agar kedudukannya tetap mulia dihadapan allah swt. Lihatlah bagaimana allah memuliakn wanita dalam salah satu nama surat An-nisa (wanita-wanita), ingatlah bagaimana rosulullah memuliakan para muslimah dengan meletakkannya pada pondasi Negara “ wanita iti tiang Negara, apa bila satu Negara wanita itu rusak maka rusaklah Negara itu”, ingatlah pada akhir hayatnya rosulullah masih ingat akan wanita. Rasolullah saw bersabda pada akhir hayat “ ummat, ummatku, sholat tegakkanlah sholat, wanita jaga wanita”. Lihatlah bagaimana seluruh kaum dunia dunia memuliakan wanita-wanita pendamping rosulullah (istri-istri rosulullah) dengan sebutan Ummahatul Mu’minun ( Ibu orang-orang mukmin) .
Begitu mulianya Din islam mendudukkan wanita, adakah agama lainnya didunia ini yang meletakkan wanita sebegitu mulianya ?. setelah mengetahui semua itu akankah kemulian itu akan ditukar dengan suatu kehinaan karena melanggar perintah allah dengan idak mengguanakan jilbab yang sebenarnya yang telah diperintahkan Allah swt.
Dari sini kita mengetahui hikmah yang agung, tubuh manusia didalam perspektif islam tentang perempuan yang melanggar batas-batas syari’at. Yaitu bahwa model pakaian perempuan yang benar adalah yang menutupi seluruh tubuhnya, tidak ketat, tidak transparan, kecuali wajah dan telapak tangan. Dan sungguh semakin jelaslah bahwa pakaian yang sederhana dan sopan adalah upaya preventif yang paling bagus agar tidak terkena azab dunia seperti penyakit tersebut yang telah dijelaskan, apalagi azab akhirat yang jauh lebih dahsyat dan pedih. Kemudian, apakah setelah adanya kesaksian dari Ilmu pengetahuan ini, pada halnya hukum syari’at sudah ada sejak abad 14 yang silam. Apakah engkau melaksanakan berpakaian menutup sekuruh tubuh atau bahkan bertabarruj, dan akankah tetap bangga akan kesalahan yang kita perbuat.
Langganan:
Postingan (Atom)