Cari Ilmu Baru

Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan

Saya, PRIMA dan Dunia Ilmiah


Assalamualaikum wr wb. Salam riset dan salam sukses untuk generasi pengubah peradaban.
Dalam posting ini, saya akan menuangkan buah pikiran saya mengenai dunia dimana saya akan hidup nantinya dan jalan apa yang akan saya tempuh untuk menuju dunia impian saya. Semua ini berasal dari hati nurani saya dan akan menguraikan isi pikiran saya tentang dunia ilmiah dan sebuah UKM kebanggaan saya yaitu UKM PRIMA. Temanya ini adalah “Saya, PRIMA dan Dunia Ilmiah”.

Inovasi busi dengan ultrasonic

Teknologi yang banyak dipakai sekarang ini adalah menggunakan prinsip das ar MHD (Magn eto Hydro Dynamics) dan menerapkan cyclone sebagai teknologi turbin jet ke dalam mesin kendaraan. MHD bekerja dengan menarik ion-ion yang berada di dalam bahan bakar, sedangkan cyclone menghembuskan udara yang terkompresi ke dalam mesin kendaraan. Udara yang kaya akan oksigen memasuki ruang bakar mesin kendaraan. Gabungan keduanya saja cukup signifikan untuk meningkatkan efisiensi pembakaran di dalam ruang mesin. Sementara sekarang ada teknologi yang melakukan inovasi pada spark plug atau busi.
Sonic Spark, LLC melakukan terobosan dengan

Aluminium dan Gallium : Metode baru penghasil hidrogen

Purdue University mengembangkan metode baru untuk menghasilkan hidrog en dari logam camp uran aluminum. Metode tersebut -yang telah dipatenkan- memberikan pemecahan masalah pada penyimpanan dan pengiriman hidrogen. Hal tersebut akan menjadikan hidrogen menjadi lebih ekonomis. Demikian menurut Jerry Woodall, seorang profesor teknik elektro dan komputer di Purdue University. Hasil penemuan tersebut berawal ketika Woodal bekerja sebagai peneliti di industri semionduktor pada tahun 1968. Ketika ia akan membersihkan wadah yang digunakan untuk mencampur gallium dengan alluminium, air yang digunakan untuk membersihkan wadah tersebut berubah menjadi asap. Dari situlah awal penelitiannya tentang hidrogen dengan menggunakan media gallium dan alluminium bermula.

Mungkinkah AC tanpa refrigerant?

Dua professor di Yonsei University, Wonju - Korea dan Cecil, produsen perlengkapan hotel, mengumumkan pendingin ruangan inovasi mereka. Pendingin ruangan yang mereka kembangkan tidak dilengkapi dengan refrigerant (bahan kimia untuk pendingin). AC tersebut juga tidak disertai dengan blower yang terpisah. Nahm Kyun dan Park Young-woo, dua profesor tersebut telah mendemonstrasikan hasil inovasinya dihadapan pers dan produsen peralatan elektronik rumah tangga. Bagian utama dari pendingin ruangan tersebut adalah

Menyalakan api dengan air

Kanzius, 63 tahun, seorang warga negara bagian Florida menemukan mesin yang mampu membuat air garam menjadi api. Mesin tersebut bekerja dengan memancarkan gelombang radio. Pada awalnya mesin tersebut dibuat dengan tujuan untuk aplikasi kesehatan. Mesin tersebut bekerja dengan membunuh sel kanker dan membiarkan sel normal tetap hidup. Seperti yang dikutip dari WPBF.COM, penemuan tersebut terjadi

Kompor berbahan bakar kayu : memasak, pendingin dan menghasilkan listrik

SCORE, kependekan dari Stove for Cooking, Refrigeration and Electricity, mungkin bisa meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup bagi 2 milyar lebih masyarakat di dunia yang masih memasak dengan menggunakan api. SCORE memanfaatkan teknologi termoakustik untuk merubah gas panas menjadi gelombang suara. Gelombang suara tersebut digunakan untuk memasak, mendinginkan dan bahkan menghasilkan listrik. Memasak secara tradisional dengan menggunakan api sangat tidak efisien. Sesorang bisa menghabiskan waktu dua jam perhari mengumpulkan kayu untuk dibakar dan 93% energi yang dihasilkan akan terbuang sia-sia menjadi asap.

Prinsip Kerja
Kayu diletakkan di dalam kompor dan

Wireless Electricity : trasfer energi listrik tanpa kabel

Tim peneliti dari MIT menemukan metode untuk mentransfer energi listrik ke sebuah peralatan elektronika. Hasilnya? Sebuah peralatan elektronik yang mungkin kelak tidak membutuhkan baterai dan kabel yang harus dihubungkan ke terminal listrik di tembok. Teknologi untuk mentransfer energi listrik tanpa menggunakan kabel bukan merupakan hal baru. Banyak metode yang bisa digunakan, yang lama dan sudah dikenal baik adalah gelombang radio. Tetapi gelombang radio mempuyai karakteristik pancaran radiasi gelombang elektromagnetnya yang menyebar. Karakteristik tersebut baik untuk mengirim data tetapi tidak sesuai jika digunakan untuk mentransfer energi listrik, karena sebagian besar energi akan terbuang percuma. Metode lain adalah dengan menggunakan laser. Tetapi menggunakan laser bisa berbahaya dan sangat tidak praktis, karena jalur transfer yang akan dilalui laser harus tidak terhalang sama sekali.
Teknologi yang dikembangkan MIT adalah dengan memanfaatkan resonansi yang terjadi pada

Lampu berteknologi magnetron, ramah lingkungan dan jauh lebih hemat energi

Lampu incandescent atau bohlam kurang begitu populer akhir-akhir ini karena beberapa hal, di antaranya bohlam merubah energi listrik yang diserapnya menjadi panas sebesar 95%. Hanya 5% yang diubah menjadi cahaya. Sedangkan umur pemakaian bola lampu tersebut juga realtif pendek karena tergantung kepada filamennya. Untuk mendapatkan umur yang lebih panjang, para peneliti di Ceravision telah mengembangkan lampu yang didesain khusus dan tidak menggunakan elektrode. Karena menurut mereka, elektrode yang digunakan pada lampu yang mempengaruhi faktor umur lampu. Mereka juga mengembangkan teknologi yang menggunakan microwaves untuk mengubah listrik menjadi cahaya.
Teknologi yang dikenal dengan magnetron akan

Hidrogen kelak bisa menggantikan bensin

Penelitian yang dilakukan di Amerika saat ini adalah untuk membuat hidrogen menjadi lebih stabil dan ekonomis dibandingkan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi. Isu pemanasan global dan kebutuhan konservasi sumber bahan bakar fosil telah mendorong David Sholl, seorang profesor kimia dan peneliti dari Carnegie Mellon University untuk memulai penelitian mengenai material yang ringan dan ekonomis sebagai tempat penyimpanan hidrogen.

Bahan bakar yang dicampur ethanol tidak lebih bersih bagi lingkungan

Sebuah laporan federal yang tidak dipublikasikan tampaknya mementahkan anggapan bahwa bahan bakar campuran ethanol menghasilkan emisi yang lebih bersih dari bensin biasa. Kebanyakan masyarakat Kanada percaya bahwa menggunakan bensin yang dicampur dengan ethanol mengurangi efek gas rumah kaca yang bisa merusak lingkungan. Iklan yang disponsori oleh Asosiasi Bahan Bakar Yang Bisa Diperbaharui Kanada (Canadian Renewable Fuels Association) mendukung pemikiran tersebut, dengan menyatakan bahwa bahan bakar yang bisa diperbarui adalah baik untuk lingkungan dan bahkan beberapa pemerintah propinsi, mengatakan bahan bakar tersebut menghasilkan pembakaran yang lebih bersih daripada bensin.

Memerah minyak dari serpihan kayu

Para peneliti di University of Georgia menemukan metode yang sederhana untuk mendapatkan minyak dari kayu. Metode tersebut menjadi sangat bermanfaat karena sementara ini para peneliti telah berusaha untuk mendapatkan minyak dari kayu dengan biaya yang lebih ekonomis. Metode yang ditemukan oleh para peneliti dari UGA tersebut terdiri dari dua tahap: pertama, membakar pelet dan serpihan kayu dengan proses pyrolisis, proses bertekanan tinggi tetapi tidak memerlukan oksigen. Kedua, mengkondensasi gas yang dihasilkan dari proses sebelumnya menjadi bio-oil cair.

Mengubah glycerin menjadi ethanol

Para peneliti di Amerika Serikat berhasil mengembangkan teknologi yang didesain untuk mengubah limbah glycerin pabrik biodiesel menjadi ethanol. Hasil penelitian tersebut diterbitkan di jurnal Current Opinion Biotechnology. Ramon GOnzales, asisten profesor di Rice University dan beberapa rekannya telah mengidentifikasi proses dan kondisi metabolis dimana sejenis bakteri E.Coli bisa mengubah glycerin menjadi ethanol. Menurut Gonzales, biaya operasional yang diperlukan kurang dari 40%

Sel surya dengan efisiensi mencapai 40,7%

Spectrolab, anak perusahaan Boeing mengumumkan hasil penelitiannya tentang sel surya produksinya yang mencapai efisiensi 40%. Sel surya yang ada saat ini menggunakan teknologi single-junction silicon cells yang hanya memanfaatkan intensitas cahaya 1 matahari dan mempunyai efisiensi yang optimal pada rentang energi photon yang kecil. Spectrolab menerapkan teknologi concentrator multijunction
solar cells yang memanfaatkan sinar matahari dengan maksimal, setara dengan 100 matahari.

Lampu Taman dan Belajar dengan Batrai Alami

Penerangan berupa lampu merupakan hal yang wajib dipenuhi diabad yang serba listrik ini. Tanpa penerangan hidup di malam hari terasa masih sangat primitif.
Seiring dengan semakin banyaknya pengguna energi sementara energi baru yang baik tak kunjung ditemukan sehingga membawa dampak yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat. Pemadaman lampu adalah salah satu dampak hebat yang sangat mengganggu aktifitas masyarakat terutama pelajar. Jam belajar harus terganggu karena adanya pemadaman listrik. Penerangan menggunakan lilin tidak efektif dan tidak baik bbagi kesehatan mata. Pembelian lampu yang bisa di-recharge terasa berat terutama untuk pelajar atau mahasiswa seperti saya.
Hal-hal tersebut mendorong saya untuk melakukan penelitian guna menemukan sumber energi baru yang bisa kita dapatkan di alam secara cuma-cuma.